Notification

×

Iklan

Iklan

Gubernur Aneh, Ganjar Pranowo Tolak Bantuan Jokowi

Senin, 11 Mei 2020 | 16:35 WIB Last Updated 2020-05-11T09:35:12Z
Komentar - Views :
    Share
Asi News - Dibandingkan dengan Gubernur lain, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo termasuk orang Aneh, kok bisa-bisanya menolak saat ditawari Presiden Jokowi tambah Bansos, sementara ada Gubernur yang gak pernah cukup anggaran Bansosnya, padahal yang sudah di keluarkan pun belum seberapa.

Tapi memang sebagai pemimpin daerah harus berpikir proporsional, bagi seorang yang kreatif akan berpikir melakukan sesuatu dengan maksimal, meskipun dengan anggaran yang seadanya. Namun orang lain akan berdecak kagum melihat hasil kerjanya.

Pemimpin yang seperti ini sudah banyak contohnya, dan Ganjar adalah satu dari diantara Kepala Daerah yang memiliki kreativitas, kinerja yang baik. Dalam hal penanganan pandemi corona, Ganjar pun bisa dibilang yang terbaik.

Baru-baru ini Ganjar Pranowo ditelepon Presiden Jokowi, yang membahas soal Bantuan Sosial yang dibutuhkan masyarakat. Dalam sambungan telepon tersebut Ganjar mengaku sedang mengupayakan berbagai cara, termasuk juga mengupayakan kearifan lokal dalam pemberian Bansos.

Bahkan Presiden Jokowi sempat menawarkan untuk memberikan bantuan terkait kebutuhan Bansos tersebut, namun Ganjar menolaknya. Inikan sesuatu yang langka sebetulnya. Rupanya Ganjar tahu kalau kapasitasnya sebagai seorang Gubernur sedang diuji Presiden.

Dengan dia menolak tawaran Presiden, dan seandainya dia benar-benar mampu mengatasi permasalahan masyarakat yang dipimpinnya, maka bukan hanya Presiden dan warga semarang yang respek kepadanya, tapi rakyat Indonesia pun akan respek kepadanya.


Kita bisa melihat kinerja Ahok dalam membangun dan mengatasi persoalan di DKI Jakarta, tidak pernah selalu berpikir tentang anggaran untuk melakukan sesuatu, berusaha untuk memaksimalkan apa yang bisa dilakukan terlebih dahulu, sehingga beberapa hasil pembangunannya mengundag decak kagum.

Begitu juga dengan gubernur DKI Jakarta yang fenomenal Ali Sadikin, di tengah keterbatasan anggaran yang tersedia dia harus membangun kota Jakarta seperti yang di inginkan Bung Karno. Dengan segala kreativitasnya dia membangun Kota Jakarta, yang mengundang decak kagum masyarakat Jakarta.

Orang-orang yang terbiasa berpikir kreatif selalu berprinsip, "tidak ada rotan, akar pun jadi". Sesuatu harus diwujudkan meski ditengah keterbatasan anggaran, dan hasilnya juga bukan kaleng-kaleng, tidak akan puas kalau hasilnya tidak mengundang decak kagum orang lain.

Bekerja bagus dengan anggaran yang cukup itu bukanlah sebuah prestasi, dan semua orang bisa mengerjakannya, karena memang sudah begitu seharusnya. Tidak bisa bekerja karena anggaran tidak memadai, itu bukanlah kebiasaan orang yang kreatif.

Jadi kalau menjadi kepala daerah, dengan anggaran yang berlimpah, namun tidak ada hasil pembangunan yang bisa dianggap memadai, itu bukanlah kesalahan orang lain atau pun lingkungan sekitarnya, itu persoalan kemampuan secara personal.

Di tengah keadaan yang sulit, kadang seorang pemimpin ditantang untuk memberikan solusi yang efektif, untuk kepentingan orang-orang yang dipimpinnya, itulah yang dicontohkan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Seperti dilansir Solopos.com,

"Jadi kami sampaikan, bahkan Presiden sampai bertanya, 'mau minta bantuan apalagi?' Saya jawab, 'izinkan Pak, kami berkreasi dulu, nanti kalau kami tidak kuat, kami akan telepon'," lanjutnya sembari menirukan obrolan dengan Jokowi.

Ganjar mengatakan sudah seharusnya pemerintah daerah untuk tidak lagi membebani pemerintah pusat. Menurutnya, saat ini yang dibutuhkan adalah kekuatan lokal untuk mengatasi pandemi Covid-19 ini.

Lebih jauh Ganjar mengatakan,

"Memang di antara kita ini mendapatkan amanah sebagai pemimpin, kecuali kita enggak kuat betul, kecuali kita sudah menyerah betul. Tapi, seandainya enggak, ya, kita dituntut untuk berkreasi menggunakan tim yang ada, menggunakan jejaring yang ada untuk kita selesaikan. Saya kira semua punya pengalaman lah ya," ucap Ganjar.
×
Berita Terbaru Update