Notification

×

Iklan

Iklan

Harapkan 40 Ribu Kasus Corona, BNPB Kejar Target Tes PCR

Rabu, 13 Mei 2020 | 12:14 WIB Last Updated 2020-05-13T05:14:10Z
Komentar - Views :
    Share
Asi News - "Harapan kita bisa mencapai 40 ribu, supaya itu bisa mewakili daerah merah yang kita angap mewakili daerah tersebut", begitu kata Dody Ruswandi saat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merencanakan akan menggalakkan pemeriksaan atau tes swab melalui mesin polymerase chain reaction (PCR) untuk mengetahui sebaran kasus virus corona (Covid-19) secara lebih luas.

Pelaksana tugas Deputi II Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dody Ruswandi melalui forum rapat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VIII DPR RI yang berlangsung secara daring pada Selasa (12/5), mengatakan target pemeriksaan 10 ribu tes Polymerase Chain Reaction (PCR) per hari.

Namun, dia mengakui target itu sulit dilakukan karena minimnya sarana dan prasarana, termasuk, kapasitas laboratorium. Kata dia masyarakat tidak kaget apabila terjadi lonjakan kasus positif Covid-19 di Indonesia pada pekan depan.

"Nanti mungkin jangan kaget bapak ibu bahwa minggu depan itu akan cenderung banyak naiknya. Secara teknis, memang harusnya itu, karena supaya kita bisa mempercepat selesainya Covid-19 ini," kata Dody.

Menurut dia, pihaknya berharap agar setidaknya ditemukan 40 ribu kasus pasien positif corona agar dapat terdeteksi 'zona merah' yang tersebar diseluruh dunia.

"Harapan kita bisa mencapai 40 ribu, supaya itu bisa mewakili daerah merah yang kita angap mewakili daerah tersebut," kata dia menambahkan.


Untuk diketahui, jumlah yang disebutkan oleh pejabat BNPB itu terlampau sangat tinggi. Pasalnya, ready viewed hingga Selasa (12/5), jumlah pasien positif Covid-19 baru 14.749 kasus, sementara jumlah pasien meninggal berjumlah 1.007 orang, dan pasien sembuh sebanyak 3.063 orang.

Peningkatan tes secara massal sebenarnya acap kali digaungkan oleh pemerintah, mulai dari rapid test yang menggunakan pemeriksaan darah, hingga real-time PCR.

Presiden Joko Widodo pun sempat memerintahkan agar jajaran pembantunya meningkatkan jumlah tes PCR hingga 10 ribu kali sehari. Kendati demikian, satu bulan ucapan itu keluar dari mulut orang nomor satu di Indonesia itu, belum pernah target itu tercapai.

"Paling tidak kita bisa tes lebih dari 10 ribu," kata Jokowi saat membuka Rapat Terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (13/4).

Sebenarnya, Staf Khusus (Stafsus) Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Alex K. Ginting sempat pesimistis dengan target itu.

Alex menyebut penambahan alat, baik itu reagen maupun detektor PCR tak lantas meningkatkan jumlah tes spesimen per harinya hingga setinggi itu.

"Alat yang sekarang sekali naik 45 dan 90 test, artinya 90 orang diambil swab tenggorokan," kata dia seperti dilansir dari CNNIndonesia.com, Selasa (21/4).

Alex menjelaskan bahwa pengujian spesimen menggunakan metode PCR juga membutuhkan waktu yang lama. Selain itu dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang banyak dan berkualitas untuk melakukan pengujian spesimen di laboratorium.
×
Berita Terbaru Update