Notification

×

Iklan

Iklan

Jansen Sitindaon Lemas Mendengar Namborunya Positif Rapid Test

Kamis, 14 Mei 2020 | 18:22 WIB Last Updated 2020-05-14T11:22:41Z
Komentar - Views :
    Share
Asi News - "Apakah dia akan lewat karena corona", begitu kata politisi Partai Demokrat Jansen Sitindaon saat menceritakan salah satu anggota keluarganya dinyatakan positif virus corona setelah melakukan rapid tes.

Dia mengaku lemas mendengar kabar itu. Hal tersebut diceritakannya melalui unggahan di akun Twitter pribadinya @jansen_jsp pada Rabu (13/5/2020).

"Sungguh..corona ini memukul mental. Jika ada keluarga kita positif, yang ada dipikiran cuma apakah dia akan "lewat" karena corona ini ya. Lemas. Sekedar berbagi cerita untuk keluarga-keluarga lain di luar sana," tulis Jansen.


Anggota keluarga yang dinyatakan positif itu adalah namboru kandungnya atau adik dari ayah Jansen.

"Rabu minggu lalu, Namboru kandung saya (adek bapak) pergi ke salah satu rumah sakit di Medan, karena ginjalnya bermasalah lagi (penyakit yang memang sudah lama diidapnya)," tuturnya.

Jansen menceritakan, selama pandemi pihak RS membuat prosedur agar setiap pasien harus dirapid test terlebih dahulu sebelum diperiksa dokter.

"Tak disangka hasil rapid ternyata positif. Kemudian dilakukan rapid sekali lagi untuk memastikan, ternyata positif juga. 2 kali rapid positif," ucapnya.

Keluarga Jansen tak percaya namborunya terkena corona. Sebab, beliau tak pergi ke mana-mana. Dokter pun meminta beliau untuk mengisolasi diri.

"Besoknya (hari Kamis), pihak Dinkes Medan cq Sumut datang ke RS melakukan Swab terhadap Namboru saya. Hasilnya katanya keluar seminggu," ujarnya.


Artinya, Kamis tanggal 14 Mei 2020 hasilnya swap test keluar. Jansen merasa proses swab test termasuk lama padahal di sinilah kepastian itu.

Keadaan semakin mengkhawatirkan karena Namboru Jansen membutuhkan donor darah karena ginjalnya bermasalah dan Hb rendah. PMI di Medan juga sedang kekurangan persediaan darah.

"Sehingga rumusnya keluarga pasien harus donor dulu, baru nanti darahnya "barter". Jadi kalau ada keluarga teman-teman di tengah Corona ini sakit dan sakitnya itu berpotensi butuh darah, sejak awal siapkan saja anggota keluarga yang sehat ikut mendampingi ke RS," saran Jansen.

Ia menambahkan, "Sehingga ketika butuh, donornya itu sudah ada. Jangan seperti kami yang kelimpungan baru besoknya bisa donor."

Pada situasi ini, Jansen justru berharap semoga berita-berita yang mengatakan hasil rapid test itu banyak bermasalah dan salah, benar adanya.

"Sehingga hasil Swab Kamis, negatif corona. Karena namboru saya ini sudah tua dan punya penyakit bawaan. Jadi sangat rentan dengan Covid," ucap Jansen yang khawatir.

Sementara jika hasil Swab tes itu positif, mau tidak mau keluarga akan menerimanya dengan pasrah.

"Jikapun Kamis hasil Swab ternyata positif, tak ada pilihan lain kami keluarga pasrah. Kami hanya berharap Dinkes Sumut di bawah pak Gubernur Edy Rahmayadi dapat menangani Namboru kami ini dan semua pasien Corona di Sumut dengan baik. Semoga bisa sehat kembali," kata Jansen.

Ia mengakui virus corona benar-benar menakutkan, apalagi jika keluarga ada yang terjangkit.

"Jika ada keluarga kena, kita tak bisa ngapa-ngapain. Beda dengan penyakit lain yang masih bisa kita bawa ke RS yang lebih baik," cuit Jansen.

Ia melanjutkan, "Corona ini sepenuhnya kita hanya bisa pasrah pada layanan negara saja. Jika penanganannya tak baik ya 'lewat'."
×
Berita Terbaru Update