Notification

×

Iklan

Iklan

Proyek Raksasa..! Dukung Jokowi Jadikan Papua Raksasa Indonesia Timur

Minggu, 06 September 2020 | 01:23 WIB Last Updated 2020-09-05T18:23:28Z
Komentar - Views :
    Share
Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau Trans Papua
Asi News - Selama ini saya selalu terharu dengan cara Jokowi memeluk Papua. Jokowi begitu tulus memperhatikan saudara sebangsa dan setanah air kita yang tinggal di ujung timur Indonesia, yang selama ini diperlakukan bak anak tiri. Bumi Cendrawasih yang indah dan kaya tapi diperkosa sedemikian rupa selama puluhan tahun untuk kepentingan pribadi dan golongan.

Di lima tahun pertama masa pemerintahannya, Jokowi langsung ngebut membangun Papua. Berbagai infrastruktur bermanfaat sekaligus megah dibangun Jokowi sebagai wujud keseriusan Jokowi yang ingin membuka isolasi wilayah pedalaman Papua sesegera mungkin. Padahal wilayah Papua terkenal dengan kondisi geografisnya yang sulit. Tapi Jokowi tetap maju terus pantang mundur demi Papua.

Mulai dari pembangunan jalan raya, bandara, pelabuhan, menyediakan listrik, penerapan program BBM Satu Harga dan kebijakan-kebijakan lainnya di bidang pembangunan. Sudah ada banyak artikel yang saya tuliskan terinspirasi dari kesungguhan Jokowi membangun Papua.

Data juga menunjukkan, dari tujuh presiden yang pernah memimpin Indonesia, Jokowi-lah yang paling sering datang berkunjung ke Papua. Kunjungan Jokowi ke Papua tercatat jauh lebih sering dibanding daerah lainnya di Indonesia. Joko Widodo menunjukkan kepeduliannya yang amat sangat tinggi kepada rakyat Papua. Papua adalah bagian dari Joko Widodo. Papua adalah nama istri dari Jokowi. Iriana, diambil dari kata Irian Jaya nama Papua sebelum diubah. Cinta Jokowi terhadap Papua tak tergoyahkan.

Dikutip dari laman CNBC Indonesia, Sejumlah kawasan industri terpadu gencar dibangun pemerintah era Presiden Joko Widodo (Jokowi). Salah satu yang akan dibangun adalah kawasan industri raksasa di Indonesia bagian timur khususnya di Papua, tepatnya di Teluk Bintuni, Papua Barat.

Berdasarkan data Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), Kawasan Industri Teluk Bintuni ini terletak di Desa Onar Baru Distrik Sumuri, Kabupaten Teluk Bintuni Papua Barat dengan luas lahan sekitar 2.112 hektare. Luasan itu lebih besar dibandingkan Kawasan Industri Morowali di Sulawesi Tengah yang memfokuskan pada industri forrenikel seluas 1.200 hektare.

Proyek Kawasan Industri Teluk Bintuni dimasukkan dalam daftar rekapitulasi usulan tambahan anggaran Kementerian Perindustrian Tahun 2021, yang dibahas melalui rapat kerja Komisi VI DPR RI bersama Menteri Perindustrian pada Kamis (3/9/20).

Dari hasil rapat tersebut tersebut terdapat usulan tambahan anggaran Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sebesar Rp 13,1 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp 12,8 triliun diproyeksikan untuk pembangunan infrastruktur Kawasan Industri Teluk Bintuni dengan skema multiyears, pada luas lahan sebesar 1.000 hektare terlebih dahulu.

Sungguh luar biasa. Semuanya ini Jokowi lakukan demi tercapainya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Jokowi bisa duduk bersama dengan masyarakat Papua. Mendengarkan segala keluh kesah dan masalah mereka secara langsung bukan dari kata orang, serta demi bisa merangkul, memeluk, membelai, menggendong bahkan mencium anak-anak Papua. Kasih sayang tulus yang sangat didambakan warga Papua.

Hasilnya juga nyata. Terjadi perubahan terhadap kehidupan warga Papua. Daerah-daerah Papua yang selama puluhan tahun terisolasi mulai dibuka sehingga masyarakat dari kampung-kampung terpencil di lereng-lereng gunung, lembah-lembah, rawa-rawa bisa bepergian ke mana-mana. Rakyat Papua akhirnya bisa menikmati secara langsung pembangunan yang dilakukan Jokowi.

Melansir dari Kompas, Pada kuartal II tahun 2020, hanya Papua dan Papua Barat lah yang terhindar dari kontraksi ekonomi, dimana pertumbuhan ekonomi Papua tumbuh 4,25 persen dan Papua Barat 0,25 persen. Benar-benar sosok yang menjaga marwah NKRI.

Jokowi tidak menjual NKRI ke tangan aseng, meskipun orang ini difitnah sebagai antek aseng oleh manusia yang ke-aseng-annya masih dipertanyakan sampai saat ini. Presiden Joko Widodo adalah sang penjaga marwah NKRI, dengan tidak menyebarkan fitnah kepada oposisinya yang suka menyebarkan fitnah. Meskipun orang ini difitnah PKI, dia tidak memfitnah balik mereka-mereka yang ternyata merupakan keturunan pemberontak.

Presiden Joko Widodo adalah orang yang rela dicegat oleh murid-murid Papua, bukan karena tarian Sajojo yang ia lakukan. Joko Widodo tidak digendong rakyat, namun ia menggendong dua anak Papua, kemungkinan di daerah Asmat.

Presiden Joko Widodo adalah sosok yang bersahaja, bukan suka bersajak. Dirinya menunjukkan sosok apa adanya, sebagai seorang pemimpin negara Indonesia. Dia tahu bagaimana menempatkan dirinya. Jokowi yang selama ini melakukan gerakan defensif, mulai melakukan gerakan ofensif. Apa yang dilakukan? Dia tidak berkoar-koar. Dirinya hanya bekerja.

Presiden Joko Widodo menyerang dengan hasil kerja. Itulah yang membuat para oposisi semakin ketar ketir. Jika ingin melawan Jokowi, mereka rasanya harus menggunakan cara Jokowi. Jangan berharap Jokowi bisa melayani cara yang mereka inginkan.

Mau digebuk bagaimanapun, Jokowi tetap berdiri teguh. Karena gebukan mereka hanya seperti angin lalu yang membuat Jokowi sejuk dan sepoi-sepoi. Mau dihadang bagaimanapun, Jokowi tetap maju, melawan angin sejuk yang sepoi-sepoi. Jokowi bahkan mempertontonkan dirinya dihadang oleh para siswa siswi Papua, sebagai tanda, bahwa Jokowi hanya bisa diberhentikan oleh rakyat.

Siapa yang bisa menjatuhkan Jokowi, jika kebenaran ada di pihaknya? Siapa yang bisa menantang Jokowi, jika rakyat ada di pihaknya?

Kedaulatan rakyatlah yang memperjuangkan dirinya, membuat orang ini semakin dihargai oleh rakyat. Ia tidak menista rakyat. Ia tidak menginjak rakyat, apalagi duduk di atas rakyat.
×
Berita Terbaru Update